Cerita dibalik legenda "Flying Dutchman"


the flying dutchman pirates of the caribbean

Kapal Hantu (Ghost Ship) yang dikutuk untuk menjelajah lautan selamanya. Berkat film, "Pirates of the Caribbean", kita mendapatkan semacam gambaran yang mengarah pada Flying Dutchman. Meskipun tempat dalam legenda, apakah itu dikatakan benar bahwa kapten dan krunya dibuat agar terlihat seperti semacam setengah manusia, makhluk setengah-ikan, atau hanya imajinasi bagian dari Hollywood.

Ada banyak versi berbeda tentang Flying Dutchman, satu hal yang tetap konsisten adalah fakta bahwa jika kapal lainnya benar-benar memiliki kemalangan ketika melihat kapal akan terjadi hal buruk yang dialami pada mereka.

Istilah Ghost Ship mengacu pada dua jenis kapal. Salah satunya adalah kapal berhantu yang biasa berlayar di lautan dan sejenis lainnya adalah sebuah kapal tua dinonaktifkan biasanya memuat bahan berbahaya yang harus ditinggalkan dan dibuang. Sedangkan jenis kedua Ghost Ships saat itu membawa banyak masalah, karena tak seorang pun menginginkannya di negara mereka. Ghost Ships juga terlihat di daerah lain seperti danau. The Great Lakes di Amerika Serikat adalah sumber dari banyak penampakan Ghost Ship.

The Flying DutchmanThe Flying Dutchman adalah salah satu Ghost Ships paling terkenal di dunia. Pada abad ke-17 ada sebuah kapal dagang di bawah kendali seorang kapten yang tidak bermoral. Pada tahun 1680, selama badai, dia membual tentang Cape of Good Hope. Seketika angin yang bertiup kencang dari jalur pelayaran dan dengan marah, ia mengatakan bahwa ia mengutuk Tuhan dan bergumam bahwa ia lebih suka berlayar sampai hari kiamat kemudian terus menghindari badai di jangkar. Legenda menyatakan, bahwa karena ini, ia dipaksa untuk mengarungi lautan selamanya dan tidak pernah bisa dimasukkan ke dalam pelabuhan.

Dikatakan bahwa jika Anda cukup malang untuk melihat The Flying Dutchman, sesuatu yang mengerikan akan terjadi pada Anda. Mitos ahir-ahir ini juga menceritakan apabila suatu kapal modern melihat kapal hantu ini dan awak kapal modern memberi signal, maka kapal modern itu akan tenggelam / celaka. Bagi seorang pelaut, pertemuan yang tak diduga dengan kapal hantu The Flying Dutchman akan mendatangkan bahaya bagi mereka dan konon, ada suatu cara untuk mengelak dari kemungkinan berpapasan dengan kapal hantu tersebut, yakni dengan memasangkan tapal kuda di tiang layar kapal mereka sebagai perlindungan.

  • Salah satu penampakan yang paling terkenal adalah:

1823 Kapten Oweb dari kapal HMS Leven; dua kali melihat kapal kosong yang terombang ambing di tengah samudera, salah satunya mungkin the Flying Dutchman.

1835 Sebuah kapal Inggris sempat melihat The Flying Dutchman yang melaju kencang ke arahnya tapi setelah dekat menghilang begitu saja.

1879 Beberapa awak kapal SS Petrogia sempat melihat kapal hantu tersebut.

1881 3 awak kapal HMS Baccante yang di dalamnya terdapat King George V melihatnya. Keesokan harinya seornag awak yang sempat melihat tiba-tiba meniggal secara mendadak.

1939 Terlihat di Mulkenzenberg, membuat orang-orang yang melihatnya bingung karena tiba-tiba saja kapal tua itu menghilang begitu saja.

1941 Terdapat laporan dari Pantai Glenclaim tentang sebuah kapal tua yang menabrak karang. Setelah diselidiki tak ada sedikitpun bangkai kapal di sekitarnya.

1942 Terlihat oleh kapal MHS Jubille di dekat Cape Town, Afrika selatan.


Suatu uraian datang ke kita dari empat pelaut yang dikatakan melihat Dutchman pada tahun 1923. Mereka mengatakan pada awalnya melihat cahaya aneh dan salah satu dari mereka punya sepasang teropong dan bisa melihat garis besar kapal. Kapal memiliki lampu bercahaya aneh dan ada dua tiang. Alih-alih pada tiang-tiang layar, kabut menutupi daerah di mana layar akan digunakan. Beberapa orang mengatakan istilah Flying Dutchman dianggap, berarti setiap kapal hantu ketika kita berbicara tentang kapal lebih dari seratus tahun yang lalu.

Namun kapal-kapal akan terus terlihat di Tanjung Harapan Baik didaerah karena kutukan The Flying Dutchman tidak menutup kemungkinan untuk mengubah arah, harus selalu tinggal di daerah itu. Sejauh ini istilah Flying Dutchman yang telah diterapkan untuk setiap kapal hantu lebih dari 100 tahun lalu, tidak ada satupun orang yang menemukan bukti tentang hal ini, tapi di sisi lain, bagaimana orang bisa yakin bahwa mereka melihat The Flying Dutchman kecuali mereka bisa membaca namanya di sisi kapal?

Selama berabad-abad, legenda The Flying Dutchman menjadi sumber inspirasi bagi para sastrawan dan novelis. Sejak tahun 1826 Edward Fitzball telah menulis novel The Pantom Ship (1837) yang diangkat dari pengalaman bertemu dengan kapal seram ini. Banyak pujangga terkenal seperti Washington Irving dan Sir Walter Scott juga tertarik mengangkat legenda ini.


0 komentar:

Posting Komentar

Rules !

* No Spam!
* No Promo
* No Haters
* No Pornography