Pil KB Pria Dari Tanaman Gandarusa


Gambar Tanaman GandarusaTanaman gandarusa berupa semak. Pada umumnya tanaman ini ditanam sebagai pagar hidup atau tumbuh liar di hutan, tanggul sungai, atau dipelihara sebagai tanaman obat. Di Jawa, tanaman ini tumbuh pada ketinggian 1-500 m di atas permukaan laut.

Tanaman ini tumbuh tegak dan tingginya dapat mencapai 2 m, memiliki banyak cabang yang dimulai dari dekat pangkal batang. Cabang-cabang yang masih muda berwarna ungu gelap, dan bila sudah tua warnanya menjadi coklat mengkilat.

Gandarusa memiliki sejumlah nama lokal. Di Sunda, orang menyebut tanaman itu sebagai handarusa. Di Jawa disebut tetean, ghandharusa (Madura), gandarisa (Bima), puli (Ternate), besi-besi (Aceh), gandarusa (Melayu), dan bo gu (China).

Dalam tradisi suku tertentu di Papua ada satu persyaratan bagi pria yang melamar gadis namun mahar atau mas kawin kurang dari yang diharapkan. Maka si pria tetap boleh menikahi si gadis, namun tidak boleh menghamili istrinya sebelum menggenapi mahar yang disyaratkan. Guna menghindari kehamilan, si pria diberi makan daun gandarusa.

Setelah mahar dipenuhi dan mendapatkan izin, barulah si pria boleh menghamili si gadis. Ketika itu, pria tersebut berhenti makan daun gandarusa. Diketahui Gandarusa (Justicia gendarussa) jika dikonsumsi pria mamiliki khasiat memandulkan pria. Penggunaan alat kontrasepsi berupa pil KB selama ini baru bisa digunakan kaum perempuan.

Namun, dengan temuan terbaru yang dilakukan, pil KB ke depan juga bisa dikonsumsi kaum Adam. Setelah melaui uji kepada 36 sukarelawan pria yang memiliki pasangan dan keduanya subur. Hasilnya, tablet herbal itu terbukti melemahkan sel sperma pria secara periodik. Artinya, tablet itu aman karena tidak memandulkan pria secara permanen.

Menurut peneliti asal Unair itu, "pil KB pria" yang dibuat olehnya berbahan baku gandarusa dari Papua. “Setelah 28 tahun melalui proses penelitian, pada tahun ini dinyatakan telah berhasil melalui proses uji klinis, yaitu uji coba kepada manusia. Proses selanjutnya dilakukan industri farmasi, guna mengurus izin edar dan produksinya yang akan dilakukan secara missal,” katanya kepada SH belum lama ini.

Dia menjelaskan, sebelum diserahkan kepada pihak farmasi, ekstrak ethanol terpurifikasi dari tanaman gandarusa hasil penelitiannya itu telah dinyatakan lulus uji klinis kepada manusia melalui empat tahapan. Dalam setiap tahapan dibutuhkan waktu pengujian sekitar setahun.

Di tahun 2013 Universitas Airlangga (Unair) telah menyelesaikan penelitian pembuatan Pil Keluarga Berencana (KB) khusus bagi pria yang terbuat dari tanaman Gandarusa asal Papua.

"Penelitiannya sudah selesai," kata peneliti Gandarusa dari Universitas Airlangga Dr Bambang Prajogo kepada Antara di Surabaya, Minggu.

Unair telah menyerahkan ekstrak ethanol terpurifikasi dari Gandarusa kepada petinggi suatu perusahaan farmasi.

Bambang menjelaskan penyerahan ekstrak tersebut menandai proses selanjutnya di tangan industri untuk mengurus izin edar dan memproduksinya.

"Pil KB itu nanti sejenis fitofarmaka (obat/herbal yang sudah menjalani uji pada manusia). Kami melakukan penelitian sejak tahun 1985, dan selesai tahun 2013 atau 28 tahun, tapi itu sudah percepatan, karena penelitian di luar negeri bisa sampai 100 tahun," katanya.

0 komentar:

Posting Komentar

Rules !

* No Spam!
* No Promo
* No Haters
* No Pornography